Rekam24.com, Bogor – Museum Pajajaran Bogor mendapat dukungan anggaran sebesar Rp13,5 miliar dari Kementerian Kebudayaan untuk penataan bangunan dan interior museum. Bantuan tersebut diharapkan mempercepat pengembangan museum hingga memenuhi Standar Nasional Museum pada 2028.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan anggaran tersebut akan dialokasikan melalui dua skema Detail Engineering Design (DED), yakni untuk penyelesaian pembangunan fisik museum, seperti menara dan pagar, serta penataan interior museum.
“Kami sangat bersyukur Kementerian Kebudayaan merespons cepat kebutuhan pengembangan Museum Pajajaran. Pengelolaan anggaran ini dilaksanakan langsung oleh kementerian, sementara Pemerintah Kota Bogor menjadi penerima manfaat (beneficiary). Skema ini sangat baik agar pengerjaan sesuai dengan standar nasional museum,” ujar Firdaus, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga : Pemkab Bogor Tunggu Surat Kejaksaan Sebelum Berhentikan Sementara ASN Tersangka Korupsi
Menurut Firdaus, penataan interior museum akan mulai dikerjakan secara bertahap melalui perubahan anggaran tahun ini. Seluruh proses pengembangan ditargetkan rampung pada akhir 2027 sehingga pada 2028 Museum Pajajaran dapat memenuhi persyaratan sebagai museum berstandar nasional.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam memperkaya koleksi museum. Warga yang memiliki benda pusaka atau artefak bersejarah dipersilakan menyerahkan koleksinya untuk melalui proses penelitian dan kurasi.
“Koleksi museum bersifat dinamis. Jika masyarakat memiliki benda pusaka dan bersedia menyumbangkannya, nanti akan kami teliti dan kurasi. Apabila memenuhi syarat serta memiliki nilai sejarah, koleksi tersebut akan menjadi bagian dari Museum Pajajaran,” jelasnya.
Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional 2026, BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk SDN Sukamahi 2 Bogor
Meski proses pembenahan sistem keamanan dan penataan koleksi masih berlangsung, Museum Pajajaran saat ini telah dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
Museum melayani kunjungan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Namun, jadwal operasional dan pembagian sesi kunjungan masih menyesuaikan pengelolaan museum. Pengunjung disarankan memastikan kembali jadwal kunjungan kepada pengelola sebelum datang.
Dengan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Bogor berharap Museum Pajajaran dapat berkembang menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda yang representatif sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Bogor.








