Rekam24.com, Bogor – Seorang pria tanpa identitas (Mr X) ditemukan tewas setelah diduga tertemper kereta api jurusan Jakarta–Bogor di perlintasan rel Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Safiih, mengatakan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diketahui sedang duduk seorang diri di pinggir rel sebelum insiden nahas tersebut terjadi.
“Saksi awal melihat korban sedang duduk-duduk sendirian di pinggir rel. Tiba-tiba korban tertemper kereta api jurusan Jakarta–Bogor,” ujar AKP Abdullah Safiih kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga : Tabrakan Beruntun di Perlintasan Kereta Api Kebon Pedes, Sejumlah Kendaraan Ringsek
Menurut Abdullah, hingga kini belum ada saksi mata yang melihat secara langsung bagaimana korban bisa berada tepat di lintasan kereta saat peristiwa terjadi. Karena itu, polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.
“Belum ada saksi mata yang melihat korban berjalan menyeberang rel. Jadi belum bisa dipastikan bagaimana kronologi pastinya,” katanya.
Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan hingga kini masih berstatus Mr X lantaran belum ada identitas yang dapat dipastikan. Polisi telah melakukan proses identifikasi melalui sidik jari serta berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk mencocokkan data yang diperoleh.
Baca Juga : Kerap Picu Kecelakaan, Perlintasan Sebidang Stasiun Bogor Jadi Prioritas DPR
“Dari hasil identifikasi sidik jari memang muncul data sementara, tetapi kami belum bisa memastikan identitasnya karena masih menunggu kecocokan dengan laporan keluarga yang merasa kehilangan,” jelas Abdullah.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk keperluan identifikasi lebih lanjut dan proses visum.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut sembari menunggu proses identifikasi korban selesai. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri korban diimbau segera menghubungi pihak kepolisian atau mendatangi RS PMI Bogor.








