Kerap Picu Kecelakaan, Perlintasan Sebidang Stasiun Bogor Jadi Prioritas DPR

Komisi V DPR RI yang dipimpin Hamka Baco Kady berkomitmen mengawal pembenahan seluruh perlintasan sebidang kereta api di Stasiun Bogor

Rekam24.com, Bogor – Komisi V DPR RI berkomitmen mengawal pembenahan seluruh perlintasan sebidang kereta api di Stasiun Bogor. Langkah ini diprioritaskan demi menjamin keselamatan sekaligus kenyamanan para penumpang dan pengguna jalan.

Kota Bogor terpilih menjadi salah satu wilayah prioritas utama dalam program nasional ini. Pembenahan nantinya akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan layang (flyover) maupun lintas bawah (underpass).

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi V DPR RI, Hamka Baco Kady, saat melakukan kunjungan kerja langsung ke Stasiun Kereta Api Bogor. Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung berbagai persoalan krusial di lapangan, terutama risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Baca Juga : Start Sempurna Meksiko dan Korea Selatan di Piala Dunia 2026

“Fokus pembicaraan kami dengan pemerintah daerah, Pak Dirjen, dan seluruh unsur terkait adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang, yang terlebih khusus lagi terkait dengan perlintasan sebidang,” ujar Hamka.

Hamka mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah menyiapkan alokasi anggaran cukup besar, yakni mencapai Rp4 triliun untuk membenahi persoalan perlintasan sebidang di Indonesia. Namun, ia menilai angka tersebut kemungkinan besar masih belum cukup untuk menyelesaikan seluruh titik rawan yang tersebar di berbagai daerah.

Oleh karena itu, DPR RI mendesak adanya kolaborasi anggaran dan pembagian tugas yang jelas. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta mengoordinasikan program serta meningkatkan teknologi persinyalan. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bertugas membangun flyover dan underpass di titik rawan, serta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) diharapkan mengoptimalkan dana CSR untuk mendukung program keselamatan ini.

Baca Juga : Sempat Terbakar, Markas Denkesyah Bogor Direstorasi Jadi Cagar Budaya

“Kami minta tiga tahun terakhir ini dan lima tahun ke depan sudah ada road map-nya penyelesaian mengenai perlintasan sebidang itu. Karena itulah yang menyebabkan persoalan-persoalan (kecelakaan) hingga ada korban yang lebih besar. Kita tidak mau itu terulang lagi,” tegasnya.

Terkait masukan spesifik untuk Kota Bogor, Hamka menjelaskan bahwa wilayah ini menjadi prioritas pertama karena kesiapan anggarannya. Salah satu titik yang masuk dalam rencana perbaikan lanjutan adalah perlintasan di kawasan Batutulis.

Selain Batutulis, sejumlah titik perlintasan sebidang lain di Kota Bogor juga ditargetkan segera diubah menjadi flyover atau underpass. Transformasi ini bertujuan agar perlintasan tidak memerlukan lagi penjagaan manual sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan secara permanen.

Meski Bogor menjadi prioritas utama, program ini dipastikan akan menyasar seluruh jalur kereta api di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Pihaknya menargetkan perlintasan-perlintasan krusial dapat dituntaskan secara bertahap dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

Di sisi lain, Hamka menyambut baik laporan dari Dirjen Perkeretaapian mengenai langkah PT KAI yang telah merekrut petugas penjaga perlintasan sebidang sebagai langkah antisipasi jangka pendek.

“Sedangkan dijaga saja bisa terjadi kecelakaan, apalagi kalau tidak dijaga. Nah, oleh karena itu perlu dijaga apabila masih berupa palang pintu. Ya kalau sudah underpass atau flyover, itu kan tanpa penjagaan tidak perlu lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *