Dukung Konektivitas Paledang-Pasirjaya, Disperumkim Kota Bogor Hadirkan Jembatan Penghubung Baru

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dan Kepala Dinas Disperumkim saat meresmikan jembatan penghubung Pasirjaya-Paledang, Foto/Diskominfo Kota Bogor
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dan Kepala Dinas Disperumkim saat meresmikan jembatan penghubung Pasirjaya-Paledang, Foto/Diskominfo Kota Bogor

Rekam24.com, Bogor – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah kini membuah hasil nyata. Jembatan penghubung yang menghubungkan Kelurahan Pasirjaya (Kecamatan Bogor Barat) dan Kelurahan Paledang (Kecamatan Bogor Tengah) kini telah resmi dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam memperlancar mobilitas warga serta mengurai kemacetan di area sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya proyek yang telah diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan ini bukanlah proses yang instan karena membutuhkan penyesuaian teknis dan pendekatan sosial yang matang.

Baca Juga : Tongkat Komando Beralih ke AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Ini Pesan Wikha Ardilestanto

“Alhamdulillah, ini ikhtiar masyarakat yang mendambakan konektivitas antara Bogor Barat dan Bogor Tengah hari ini terlaksana. Jembatan ini sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik sekaligus menguatkan komitmen Pemkot Bogor untuk terus merawat dan meningkatkan kualitas aksesibilitas kota,” ujar Dedie A. Rachim saat ditemui di lokasi.

Ia mengungkapkan bahwa rencana pembangunan ini telah dirintis sejak 2020. Namun, tantangan utama di lapangan terletak pada penentuan koordinat titik penghubung jembatan.

“Memang kendalanya ada pada titik koordinat penghubung. Hal itu membutuhkan komunikasi yang sangat intens dan silaturahmi yang kuat. Saya menginstruksikan Pak Wakil Wali Kota untuk turun langsung. Bahkan beliau sampai sembilan kali datang ke lokasi untuk berdialog dengan warga hingga akhirnya kesepakatan tercapai,” jelasnya.

Baca Juga : Bupati Bogor Tekankan Peran Ulama dan Santri dalam Pembangunan, Pemkab Akui Bantuan Pesantren Belum Mencukupi

Tak hanya berhasil dibangun melalui pendekatan humanis, proyek jembatan ini juga mencatatkan efisiensi waktu pengerjaan yang signifikan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaki, menjelaskan bahwa secara teknis jembatan tersebut memiliki panjang mencapai 45,6 meter dan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor sebesar Rp2,7 miliar.

“Sesuai target awal dalam kontrak, waktu pengerjaan dialokasikan selama 180 hari atau enam bulan. Namun, berkat koordinasi yang solid dan dukungan masyarakat, pembangunan berhasil dituntaskan hanya dalam waktu 4,5 bulan,” pungkas Chusnul.

Baca Juga : Mengintip Strategi Percasi Kota Bogor Bawa Pulang 2 Emas di Porprov Jabar 2026

Chusnul menambahkan, meskipun sempat ada tantangan teknis terkait pengangkutan material ke lokasi, hal tersebut dapat diatasi dengan baik sehingga pengerjaan justru bisa rampung lebih cepat dari jadwal.

Mengingat jembatan ini dibangun menggunakan dana APBD, Dedie A. Rachim mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut agar bisa digunakan hingga generasi mendatang.

“Jembatan ini dibangun dari uang rakyat dan kita kembalikan untuk rakyat. Saya minta warga ikut memelihara dan memastikan jembatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” imbau Dedie.

Menanggapi isu keamanan dan potensi konflik antarwilayah yang sempat mengemuka saat tahap perencanaan awal, Pemkot Bogor telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menempatkan petugas pengamanan (security) sementara dari warga lokal.

“Pengamanan ini sifatnya sementara untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mengontrol pergerakan akses awal. Kami memberdayakan warga sekitar agar lebih efisien. Nantinya, jika kondisi sudah dirasa aman dan kondusif, pengawasan akan dikembalikan sepenuhnya kepada kepedulian warga bersama para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *