Dari Balap Rakit Mahasiswa Afrika hingga Fashion Show Limbah, Festival Situ Gede Bogor Pecah

Memperingati HJB, Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede kembali menggebrak untuk kedua kalinya. Bertempat di kawasan Ekowisata Situ Gede

Rekam24.com, Bogor – Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB), Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede kembali menggebrak untuk kedua kalinya. Bertempat di kawasan Ekowisata Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, festival yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (19/6/2026) ini sukses memadukan pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, hingga kampanye peduli lingkungan.

Ketua Panitia Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede, Imam Hambali, mengungkapkan bahwa festival ini awalnya digagas sebagai program alternatif dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

“Dulu kita punya tradisi ‘Ngubek Setu’ dalam rangkaian Helaran Hari Jadi Kota Bogor. Namun sejak 2019 kegiatan itu sudah tidak diperbolehkan. Sebagai gantinya, kami menginisiasi Festival Ekonomi Kreatif ini,” ujar Imam saat ditemui di lokasi acara, Minggu (21/6/2026).

Baca JugaPegulat Kota Bogor Juara Kejurda Jabar 2026, PGSI Optimistis Bidik Emas Porprov

Tahun ini, festival berfokus pada tiga program utama, Bazar Produk Lokal: Menampilkan potensi ekonomi kreatif warga, Rakit Race (Lomba Balap Rakit): Melestarikan transportasi tradisional air, Fashion Style on Lake: Peragaan busana kreatif di atas air.

Tak hanya itu, kemeriahan festival juga dilengkapi dengan jalan sehat, lomba mewarnai, lomba tumpeng, hingga kompetisi MTQ sebagai pembuka di hari pertama.

Sektor ekonomi lokal bergerak produktif sepanjang perhelatan. Sebanyak 45 stan UMKM ikut ambil bagian, di mana 15 di antaranya merupakan pelaku usaha asli Situ Gede, sementara sisanya perwakilan dari kelurahan di wilayah Bogor Barat. Instansi publik seperti BPJS dan PDAM juga turut hadir memberikan pelayanan langsung di lokasi.

Baca Juga : Jokowi Ulang Tahun ke-65, Presiden Prabowo Kirim Ucapan Spesial

Salah satu daya tarik utama yang paling menyedot perhatian warga adalah lomba rakit tradisional (rakit race). Uniknya, kompetisi yang diikuti oleh 12 tim ini tidak hanya diramaikan warga lokal, tetapi juga menantang nyali para pelajar asing asal Afrika. Setiap rakit dikemudikan secara beregu oleh lima orang yang saling beradu cepat demi memperebutkan piala bergilir dan uang tunai.

Tidak kalah memukau, panitia menyulap permukaan danau menjadi panggung megah lewat Fashion Style on Lake. Menggunakan panggung terapung, acara ini membawa misi lingkungan yang kuat.

“Tema fashion show kemarin adalah peduli lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah atau limbah bisa diolah kembali hingga memiliki nilai komersial. Jadi, seluruh baju yang dipamerkan berbahan dasar limbah,” jelas Imam. Berbeda dengan lomba rakit, kompetisi busana ini dibuka gratis untuk merangsang kreativitas anak muda.

Baca Juga : Roy Suryo & Dokter Tifa Ditangkap, Susno Duadji Sebut Kasus Bisa Dihentikan Jaksa

Meski sempat diguyur hujan pada hari pertama, antusiasme masyarakat tetap membara. Pada agenda jalan sehat, panitia mencatat 1.000 tiket doorprize ludes terjual. Peserta yang menjajal jogging track Situ Gede sebanyak dua putaran ini bahkan datang dari luar wilayah Bogor Barat, seperti Ciomas hingga Cibinong.

Melihat kesuksesan volume kedua ini, panitia berharap Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede bisa dipatenkan menjadi agenda tahunan yang jauh lebih besar.

“Harapan saya ke depan bisa lebih meriah. Jika didukung penuh oleh Pak Camat, harapannya setiap kelurahan di Bogor Barat bisa mengirimkan perwakilan timnya untuk memperebutkan piala bergilir ini setiap tahun,” pungkas Imam.

(Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *