Rekam24.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons tegas menyikapi rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang mengepung wilayah Bogor belakangan ini.
Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar faktor cuaca, melainkan dampak nyata dari masifnya alih fungsi lahan hijau.
Dedi menilai Bogor telah kehilangan banyak area resapan yang seharusnya berfungsi sebagai benteng alami penahan debit air dan penguat struktur tanah. Ia menyayangkan banyaknya lahan produktif dan area hijau yang kini berubah fungsi demi kepentingan komersial.
Baca Juga : Soroti Dana Umat, Sejumlah Aliansi Tuntut Ketua Baznas Kota Bogor Dievaluasi
“Ayo bersama-sama jaga Bogor. Jangan hanya jadi pusat eksploitasi berbagai kepentingan dengan mengesampingkan keselamatan dan keasrian alam,” tegas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Bogor untuk berkomitmen mengembalikan keseimbangan ekosistem.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan demi keuntungan jangka pendek.









