Iduladha 2026: Intip Prediksi Harga Emas Antam Hari Ini

Di tengah suasana religius ini, perhatian masyarakat Indonesia juga tertuju pada pergerakan harga emas Antam Logam Mulia

Rekam24.com, Jakarta – Rabu, 27 Mei 2026 menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia karena bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Di tengah suasana religius ini, perhatian masyarakat Indonesia juga tertuju pada pergerakan harga emas Antam Logam Mulia yang dikenal sebagai instrumen investasi safe haven.

Emas tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global. Namun, berbeda dengan momentum Lebaran (Idulfitri), momen Iduladha biasanya tidak memicu lonjakan signifikan pada harga logam mulia ini.

Berdasarkan analisis terbaru, harga emas Antam diperkirakan bergerak stabil dengan kecenderungan koreksi tipis. Untuk ukuran 1 gram, harga emas diprediksi berada di kisaran Rp2.765.000 hingga Rp2.819.000. Secara umum, pergerakan emas Antam hari ini masih berada dalam rentang rentang Rp2,65 juta hingga Rp2,9 juta per gram.

Baca Juga : Polres Bogor Bantah Penyidik Langgar Prosedur saat Periksa Saksi Kasus Dugaan Perzinaan di Babakan Madang

Angka ini tidak jauh berbeda dibandingkan harga pada 24 Mei 2026 yang berada di level Rp2.773.000 per gram. Hal ini menunjukkan pasar emas saat ini sedang memasuki fase konsolidasi.

Beberapa faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas saat ini antara lain:

Permintaan Musiman yang Melandai: Permintaan emas menjelang Iduladha memang meningkat, tetapi tidak sekuat saat Idulfitri. Fokus masyarakat saat ini lebih tertuju pada pembelian hewan kurban.

Ketegangan Geopolitik Global: Konflik di kawasan Rusia-Ukraina serta Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas dunia, membuat investor tetap memburu aset aman.

Kebijakan Suku Bunga The Fed: Ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) di akhir tahun 2026 memberikan sentimen positif bagi logam mulia dalam jangka menengah.

Aksi Borong Bank Sentral: Bank sentral dunia masih agresif memborong emas. Langkah ini menjaga harga tetap tinggi di pasar global, bahkan memicu proyeksi trend bullish hingga akhir 2026.

Pergerakan Dolar AS: Penguatan dolar AS menjadi faktor penahan kenaikan harga emas. Saat dolar perkasa, harga emas cenderung tertahan karena terasa lebih mahal bagi investor global.

Baca Juga : DLH Kota Bogor Larang Warga Buang Limbah Kurban ke Sungai, Minta Dikubur

Secara teknikal, harga emas memiliki batas pergerakan (support dan resistance) yang cukup jelas:

Support Kuat: Rp2,65 juta hingga Rp2,75 juta per gram.

Resistance: Rp2,79 juta hingga Rp2,9 juta per gram.

Jika harga emas dunia kembali menguat, peluang untuk menembus level atas masih terbuka lebar.

Jika dibandingkan dengan momen Idulfitri 1447 H pada Maret 2026 lalu, harga emas saat itu sempat meroket hingga mencapai Rp2.893.000 per gram.

Sementara pada Iduladha 2026, harga justru sedikit melandai di kisaran Rp2,7 jutaan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh tingkat permintaan yang lebih rendah, absennya dorongan konsumsi seperti THR, serta kondisi pasar yang sedang konsolidasi.

Buy on Dip Jadi Peluang: Kondisi harga yang sedang terkoreksi tipis bisa dimanfaatkan sebagai momen tepat untuk membeli sebelum terjadi potensi kenaikan lanjutan.

Fokus Jangka Panjang: Proyeksi harga emas global yang terus merangkak naik membuat investasi ini tetap berkilau. Target menuju Rp3 juta per gram masih terbuka hingga akhir tahun.

Perhatikan Ketentuan Pajak: Investor perlu mengingat regulasi pajak emas. PPh 22 dikenakan sebesar 0,45% untuk pemilik NPWP dan 0,9% tanpa NPWP, sedangkan pajak buyback berkisar antara 1,5% hingga 3%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *