Rekam24.com, Bogor – Beredarnya data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak pada 2025 mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan akan memastikan terlebih dahulu validitas data tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor tercatat memiliki 103.092 pemain judi online dengan total nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar. Sementara itu, Jakarta Barat berada di posisi kedua dengan 89.320 pemain dan nilai deposit sebesar Rp600,6 miliar.
Menanggapi data tersebut, Rudy mengaku belum menerima informasi secara utuh dan akan melakukan penelusuran terlebih dahulu.
Baca Juga : Senyum Tangguh Adidam, Perjuangan Lawan Lumpuh Otak
“Saya pastikan dulu. Saya belum dapat data validnya. Nanti saya coba cari informasinya. Setelah kami dapat informasi yang utuh, kami akan sampaikan,” kata Rudy.
Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa pemberantasan judi online telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, praktik judi online, peredaran narkoba, hingga minuman keras merupakan persoalan yang harus diperangi bersama demi melindungi generasi muda.
“Prinsipnya adalah yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Rudy mengungkapkan, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat kecamatan hingga perangkat terkait, untuk melakukan upaya pencegahan terhadap judi online, penyalahgunaan narkotika, dan peredaran obat-obatan terlarang seperti tramadol.
Baca Juga : Vonis Hakim Ketua Dinilai Janggal Karena Alat Bukti Tidak Sesuai, 1 Hakim Minta Nadiem Dibebaskan
Menurutnya, instruksi tersebut sudah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Bahkan, Pemkab Bogor telah membentuk satuan tugas (satgas) yang hingga kini masih aktif menjalankan berbagai program pencegahan.
“Kalau terkait judi online, narkotika, tramadol, instruksi secara lisan maupun tertulis sudah. Bahkan kita pun membentuk satgas tim tersendiri dan sampai sekarang masih bergulir, masih berjalan. Salah satunya kita rutin menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain itu, Rudy mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan aparat penegak hukum dalam menangani berbagai persoalan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih. Kolaborasi yang sangat luar biasa dari Polres Bogor, Dandim Bogor, Korem Bogor, Kejaksaan Negeri Bogor, BNNK, dan seluruh instansi vertikal yang ada di Kabupaten Bogor. Sinergitas kolaborasinya berjalan sangat baik,” katanya.
Rudy menegaskan, terlepas dari posisi Kabupaten Bogor dalam data PPATK, pemerintah daerah tetap menjadikan judi online sebagai perhatian khusus yang harus ditangani secara serius.
“Jangankan peringkat pertama, yang namanya judi online tentu menjadi perhatian khusus kita bersama. Bukan hanya judi online, tetapi juga narkoba dan minuman keras,” tegas Rudy.
Ia menambahkan, berbagai upaya penataan wilayah yang tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk normalisasi saluran air dan penertiban bangunan yang berdiri tidak sesuai peruntukannya, merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sehat bagi masyarakat.








