Kado Hari Jadi Bogor, 544 Anak Kembali Bersekolah Gratis Lewat PKBM

Pemkot Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor berkomitmen penuh menuntaskan angka anak putus sekolah di wilayahnya

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor berkomitmen penuh menuntaskan angka anak putus sekolah di wilayahnya. Langkah ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB), Rabu (20/5/2026).

Melalui kolaborasi dengan sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Bogor Timur, Pemkot Bogor meluncurkan program sekolah gratis. Langkah taktis ini diambil guna mengejar target rata-rata lama belajar 12 tahun, sejalan dengan program prioritas nasional.

Langkah ini dipicu oleh data yang menunjukkan masih adanya sekitar 10.000 anak putus sekolah di Kota Hujan, di mana rata-rata lama sekolah masyarakat saat ini masih tertahan di angka 10,7 tahun.

Baca Juga : Jelang HJB, Pemkab Bogor Tangkap 200 Kg Ikan Sapu-Sapu di Setu Citatah

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menegaskan bahwa pihak legislatif mendukung penuh langkah pemerintah daerah. Ia berharap kehadiran program ini mampu membawa Kota Bogor menuju status zero putus sekolah.

“Kami di Komisi IV siap mendukung penuh program-program yang positif untuk masyarakat, sesuai dengan cita-cita Presiden yaitu lama sekolah 12 tahun. Kami sangat mengapresiasi atas capaian yang sudah dilakukan Pemkot,” ujar Fajar.

Terkait skema penganggaran tahun depan, Fajar menjelaskan bahwa DPRD akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mematangkan regulasi, termasuk opsi penyaluran melalui dana hibah.

Baca Juga : DPRD Kota Bekasi Mediasi Sengketa Yayasan Syifa Budi dan Darul Muqomah

“Nanti kita juga akan cek regulasi terkait dengan hibah, apakah nanti akan dihibahkan di Kesra atau bagaimana, nanti kita lihat prosedurnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari temuan langsung di lapangan saat ia melakukan kunjungan kerja ke salah satu Posyandu. Temuan kasus anak putus sekolah tersebut kemudian direspons cepat dan diselaraskan dengan visi misi “Bogor Cerdas, Sehat, Lancar.” Momentum ini juga sekaligus dimanfaatkan sebagai ‘kado’ bagi warga dalam rangka Hari Jadi Bogor.

Sebagai langkah awal, sebanyak 7 PKBM di wilayah Kecamatan Bogor Timur resmi digandeng. Hasilnya, sebanyak 544 murid langsung diterima dan ditampung untuk kembali melanjutkan pendidikan mereka.

Baca Juga : Komisi I DPRD Kota Bekasi Tekankan Evaluasi Kinerja OPD dan Peningkatan Pelayanan Publik

“Kami pastikan, selama mereka masuk usia produktif sekolah—di bawah 24 tahun untuk kategori PKBM—itu gratis sampai dapat ijazah,” tegas Jaenal.

Pemkot Bogor juga menekankan bahwa data 10.000 anak putus sekolah tersebut saat ini sedang divalidasi lebih lanjut oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta pihak wilayah agar intervensi ke depan bisa lebih tepat sasaran.

Ke depan, Pemkot Bogor berharap gerakan ini tidak berhenti di Bogor Timur saja, melainkan meluas ke seluruh kecamatan di Kota Bogor. Pemerintah juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak swasta untuk ikut turun tangan, berkaca pada keberhasilan penanganan stunting di Bogor Timur yang sebelumnya sukses dibantu oleh lembaga mitra internasional.

“Membangun sebuah kota tidak bisa sendiri, butuh kolaborasi dari seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjadikan Kota Bogor lebih maju dan lebih beres,” pungkasnya. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *