Rekam24.com, Bogor– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Koalisi Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mempertanyakan ketidakhadiran Rektor IPB dalam forum konsolidasi terkait kasus kekerasan seksual (KS) yang tengah menjadi sorotan.
Aksi protes mencuat saat mahasiswa menyuarakan tuntutan di luar forum konsolidasi yang digelar bersama Keluarga Mahasiswa (KM) IPB pada Jumat. Mereka menyerukan desakan agar pimpinan kampus hadir langsung dan bertanggung jawab atas penanganan kasus tersebut.
Mahasiswa menilai forum konsolidasi yang diinisiasi pihak kampus tidak lebih dari upaya pencitraan, bukan langkah konkret penyelesaian. Mereka juga menyoroti absennya Rektor IPB, Alim Setiawan, yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus yang terjadi.
Baca Juga : Polsek Bogor Tengah Amankan Dua Pelajar SMP Terkait Aksi Pengancaman dan Tawuran
Dalam forum tersebut, mahasiswa membandingkan respons pimpinan kampus lain seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran, yang dinilai lebih responsif karena turun langsung, menyampaikan permintaan maaf terbuka, serta mengambil langkah tegas terhadap pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus masing-masing.
Sebaliknya, mahasiswa menilai pimpinan IPB belum menunjukkan sikap serupa. Bahkan, beredar informasi bahwa rektor sedang berada di luar negeri saat kasus mencuat. Hal ini memicu kritik keras dari mahasiswa yang menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap korban dan situasi kampus.
“Keadilan untuk korban KS di IPB! Rektor harus hadir atau turun sekarang juga!” teriak mahasiswa dalam aksi tersebut.
Baca Juga : Polsek Bogor Tengah Amankan Dua Pelajar SMP Terkait Aksi Pengancaman dan Tawuran
Mahasiswa juga menyoroti ketidakhadiran ketua jurusan dari fakultas terdakwa dalam forum tersebut. Mereka menilai perwakilan kampus yang hadir, yakni jajaran wakil rektor, tidak cukup mewakili tanggung jawab penuh institusi.
Selain itu, seorang korban berinisial ZB disebut tidak diundang dalam forum konsolidasi, yang dinilai mahasiswa sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan korban akan ruang aman dan dukungan langsung.
BEM KM IPB dan Koalisi Mahasiswa Peduli Kampus dari Pelecehan Seksual menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya transparansi penuh dalam penanganan kasus, pemberian sanksi tegas terhadap pelaku, serta kehadiran langsung rektor dalam proses penyelesaian.
Baca Juga : Dishub Bogor Pindahkan Parkir Suryakencana-Siliwangi ke Sisi Kanan Per 21 April
“Kami sudah muak dengan sikap acuh tak acuh ini. Mahasiswa menuntut tanggung jawab, bukan alasan,” tegas perwakilan BEM KM IPB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat IPB terkait tuntutan mahasiswa tersebut.










