Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat untuk segera melanjutkan perbaikan Bendung Cibagolo di Bantarjati yang terhubung langsung dengan Sungai Ciliwung.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menilai momentum musim kemarau saat ini adalah waktu terbaik untuk mengebut proyek tersebut. Sebab, beberapa upaya perbaikan sebelumnya selalu gagal akibat terkendala cuaca buruk.
“Selama ini kan pernah terjadi longsor dan jebol. Beberapa kali diupayakan diperbaiki, tapi karena momentumnya pas musim hujan, akhirnya gagal lagi. Nah, sekarang kondisinya lagi kemarau, mudah-mudahan PU dan SDA Provinsi Jawa Barat bisa segera menindaklanjuti perbaikan Bendung Cibagolo,” ujar Dedie, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga : Bikin Panik Pemilik Rumah, Ular dalam Kamar di Bojonggede Berhasil Diamankan
Akibat kerusakan bendungan tersebut, aliran air di jalur Bantarjati saat ini tersendat karena tidak tersambung optimal dengan Sungai Ciliwung.
Selain menyoroti infrastruktur, Dedie juga memberikan peringatan serius terkait ketersediaan air bersih di Kota Bogor. Fenomena iklim El Nino dan La Nina mulai berdampak signifikan pada penurunan debit air di sejumlah sumber air baku utama milik PDAM Kota Bogor.
“Kita melihat intake dari PDAM Kota Bogor, terutama di Katulampa, debit airnya menurun tajam. Begitu juga yang di Ciherang Pondok,” ungkapnya.
Baca Juga : Proyek Jalan PSEL Dikritik, Dinas PUPR Kota Bogor Buka Suara
Meski hingga kini belum ada laporan wilayah yang mengalami kekeringan total, penurunan volume air di Ciherang Pondok dan Katulampa tetap wajib diwaspadai. Pemkot Bogor bersama PDAM kini tengah merumuskan solusi alternatif agar pipa intake tetap teraliri air untuk proses pengolahan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bogor mengimbau seluruh masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau.
“Pemerintah Kota Bogor mengimbau kepada masyarakat untuk bersiap-siap menghemat sumber daya yang ada, khususnya sumber daya air,” tegasnya. (Maya Melina)








