Rekam24.com, Bogor – Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur Kota Bogor kemarin Rabu (15/4/26) memicu banjir lintasan di sejumlah wilayah.
Meski curah hujan menjadi faktor alami, tumpukan sampah yang tersisa pasca-banjir mengungkap sisi lain dari penyebab meluapnya air ke pemukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Berdasarkan data teknis, hujan yang melanda kemarin masuk dalam kategori cuaca ekstrem. Hal ini dikonfirmasi oleh otoritas terkait yang memantau pergerakan debit air di lapangan.
Baca Juga : Koalisi Mahasiswa IPB Geruduk Rektorat, Tuntut Penuntasan Kasus Pelecehan Seksual di Kampus
“Hujan kemarin masuk kategori sangat lebat, mencapai 100 mm/hari dan berlangsung lebih dari tiga jam. Selain debit air yang tinggi, penyebab lainnya adalah kondisi saluran air yang beragam seperti adanya pendangkalan dan penyempitan,” ujar Dimas. Kamis (16/4/26).
Fenomena banjir lintasan ini menyisakan pemandangan memprihatinkan. Setelah air surut, potongan kayu, styrofoam, hingga plastik sachet tampak menyumbat celah-celah drainase. Sampah-sampah inilah yang diduga kuat menjadi penghambat utama laju air.
“Terlihat sampah-sampah yang memang terbawa oleh arus air jalan yang turun ke pemukiman. Terkait kondisi saluran, koordinasi lebih lanjut akan dilakukan dengan pihak DPUPR,” tambahnya.
Banjir tidak hanya melanda area jalan raya, tetapi juga mulai merembat ke wilayah padat penduduk. Setidaknya terdapat lima titik krusial yang menjadi perhatian serius petugas di lapangan.
“Banjir lintasan yang masuk laporan ke kami ada di 5 titik, selebihnya merupakan banjir lintasan yang terjadi di jalan-jalan besar,” lanjutnya.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengingat material ringan seperti plastik dan styrofoam terbukti secara instan mampu melumpuhkan sistem drainase kota saat hujan lebat tiba. (Maya Melina)










