Gagal 4 Tahun, Jembatan Paledang-Pasir Jaya Rp2,7 Miliar Akhirnya Dibangun

Proyek jembatan yang menghubungkan Kampung Lebak Sari RW 03 (Paledang) dan RW 12 (Pasir Jaya) kini resmi berjalan

Rekam24.com, Bogor – Harapan warga Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya untuk memiliki akses penghubung yang layak akhirnya segera terwujud. Proyek jembatan yang menghubungkan Kampung Lebak Sari RW 03 (Paledang) dan RW 12 (Pasir Jaya) kini resmi berjalan, setelah sempat gagal terealisasi selama hampir empat tahun akibat kendala anggaran. Rabu (1/7/2026).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan jembatan ini sangat krusial bagi mobilitas dan keselamatan warga. Berdasarkan aspirasi enam bulan lalu, sempat ada kejadian memilukan di mana seorang warga meninggal dunia di tanjakan karena terlambat dievakuasi akibat sulitnya akses medis.

“Ini tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat itu penting dan strategis. Kami pasti mencari cara,” ujar Jenal.

Baca Juga : Sokong Swasembada Pangan Era Prabowo, Pengurus ASBENINDO 2026-2031 Resmi Dilantik

Proyek yang dikawal oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor ini ditargetkan rampung dalam 26 minggu. Dengan anggaran sekitar Rp2,7 miliar melalui proses lelang PBJ, jembatan ini akan memiliki panjang sekitar 48 meter dan lebar bersih 1,8 meter (lebar total 2,4 meter termasuk tiang). Saat ini, progres fisik di lapangan menunjukkan tren positif dengan deviasi surplus lebih dari 4%.

Secara struktur, jembatan ini dirancang kuat untuk menahan kendaraan roda dua. Namun, Pemkot Bogor akan kembali berdiskusi dengan warga mengenai regulasi harian—apakah khusus pejalan kaki atau boleh dilintasi motor. Meski begitu, dalam kondisi darurat seperti warga sakit, akses akan dibuka penuh 24 jam.

Kegagalan proyek di masa lalu yang dipicu penolakan warga dan kendala akses kini berhasil diatasi lewat pendekatan dialogis. Jenal mengaku melakukan hingga enam kali pertemuan, termasuk mengundang warga ke Balai Kota bersama Camat, Lurah, Dinas terkait, serta Babinsa dan Babinmas.

Baca Juga : Kapolres Bogor: Pesan Presiden di HUT Bhayangkara ke-80, Polri Harus Jadi Solusi bagi Masyarakat

Sebagai bentuk pemberdayaan warga lokal, proyek ini berkomitmen menyerap sekitar 40 tenaga kerja setempat secara bergiliran. Konsumsi pekerja juga dipesan dari warung sekitar, serta melibatkan warga sebagai petugas keamanan portal operasional. Selain itu, fasilitas umum seperti Posyandu di sisi Paledang akan digeser dan direnovasi oleh pemerintah, serta dilengkapi ramp sepanjang 1 meter.

Menjawab pertanyaan media terkait jaminan pekerja, Jenal memastikan seluruh aspek keselamatan kerja telah terpenuhi.

“Semua sudah sesuai standar, termasuk APD, K3, dan BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Jauh-jauh hari semua pekerja sudah didaftarkan, sudah clear semua,” tegasnya.

Terkait usulan warga untuk membangun jembatan baru di titik RW 04 atau RW 09 Paledang, Pemkot Bogor menyambut baik namun tetap harus menyesuaikan skala prioritas dan kapasitas anggaran kota. Meski demikian, Jenal membuka peluang untuk mengajukan bantuan pembiayaan ke pemerintah provinsi maupun pusat di masa depan.

“Kesalahan indikator teknis, penolakan, dan riak-riak lainnya semua bisa selesai selama kita duduk bersama. Pemerintah hari ini mencoba memenuhi berbagai aspirasi di tengah segala keterbatasan proses, anggaran, dan regulasi,” pungkasnya. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *