Rekam24.com, Bogor – Lantunan zikir dan selawat menggema memenuhi ruang utama Masjid Al-Madinah Mutiara Bogor Raya pada Ahad pagi (12/7/2026). Satu per satu jemaah berdatangan memenuhi setiap saf dengan wajah penuh harap. Di penghujung bulan Muharram 1448 Hijriah, masjid ini menjelma menjadi ruang bertemunya kepedulian, persaudaraan, dan semangat berbagi.
Melalui Tabligh Akbar Muharram 1448 H yang dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Masjid Al-Madinah mengajak masyarakat memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan mempererat ukhuwah. Mengusung tema “Mengukir Amal Saleh, Meraih Keberkahan Bersama”, kegiatan ini menghadirkan Ustadz Samsam Nurhidayat sebagai penceramah.
Suasana religius terasa sejak awal acara. Majelis Dzikir Mutiara memimpin pembacaan zikir dan tahlil secara khusyuk, disusul irama hadroh dan lantunan Maulid Simtudduror dari Majelis Ta’lim Al-Madinah. Bagi jemaah, rangkaian pembuka ini menjadi pengantar hati untuk memasuki majelis ilmu dengan jiwa yang tenang.
Baca Juga :Mumpung Kemarau, Dedie Rachim Minta Jabar Ngebut Perbaiki Bendung Cibagolo
Dalam sambutannya, Ketua DKM Al-Madinah, Slamet Iswantoro, mengajak seluruh jemaah untuk terus membersamai perjalanan kepengurusan DKM periode 2026–2029. Menurutnya, memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama seluruh umat, bukan hanya pengurus.
Pada kesempatan itu, Slamet juga menyampaikan kabar yang disambut rasa syukur: berkat kepercayaan masyarakat, terkumpul dana santunan sebesar Rp91 juta. Dana tersebut disalurkan kepada 85 anak yatim dan 270 dhuafa di lingkungan Perumahan Mutiara Bogor Raya, Graha Pajajaran, dan Kelurahan Katulampa. Nominal ini menjadi simbol kasih sayang dan gotong royong ratusan tangan yang memilih berbagi rezeki.
Sementara itu, Ustadz Samsam Nurhidayat dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa amal saleh tidak hanya diwujudkan melalui ibadah mahdah seperti shalat, tetapi juga lewat kepedulian sosial dan menjaga persaudaraan.
Baca Juga : BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket Jumat Berkah ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta
Pesan tersebut mewujud nyata saat santunan diserahkan. Senyum bahagia para penerima, tatapan haru orang tua, serta wajah tulus para donatur menjadi potret indah makna berbagi yang sesungguhnya.
Bagi Masjid Al-Madinah, agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ikhtiar membangun budaya peduli. Ketika masjid mampu menjadi pusat ibadah sekaligus pemberdayaan sosial, manfaatnya akan semakin dirasakan nyata oleh umat.
Kesuksesan acara ini merupakan buah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Majelis Ta’lim Al-Madinah, masyarakat Perumahan Mutiara Bogor Raya, hingga GISMAT MBR GP (Gerakan Infaq dan Shodaqoh Masyarakat Mutiara Bogor Raya dan Graha Pajajaran).
Tabligh Akbar ini menjadi bukti bahwa masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga episentrum untuk menumbuhkan harapan, menguatkan persaudaraan, dan menyalakan cahaya kebaikan bagi sesama.








