Rekam24.com, Bogor – Seorang pria berpenampilan rapi berinisial A (42) diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial N (20). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Taman Lansia, Malabar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban memberanikan diri berteriak dan meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut kesaksian Asep Gumilar (42), salah seorang warga di lokasi, peristiwa bermula saat dirinya sedang berjalan-jalan di area taman. Ia melihat korban dan pelaku sedang duduk bersama. Sepanjang waktu itu, korban terus menunjukkan gelagat ketakutan dan berulang kali menatap saksi seperti memberi kode meminta pertolongan.
Baca Juga : Sikapi Temuan 6.000 Kasus LGBT, DPRD Kota Bekasi Dorong Edukasi Karakter dan Mental Gen Z
“Si korban ini sering melihat ke arah saya terus. Saya menangkap gelagat ini kayaknya orang mau meminta tolong atau ketakutan,” ujar Asep kepada Rekam24.
Setelah hampir setengah jam dalam kondisi tertekan, korban akhirnya memberanikan diri berlari menghampiri Asep untuk melaporkan tindakan pelecehan yang dialaminya.
“Pak, minta tolong saya dilecehkan. Saya dilecehkan secara seksual. Bapak ini menggesekkan alat vitalnya ke paha saya, saya takut, tolongin saya,” kata korban sebagaimana ditirukan oleh Asep.
Melihat korban mengadu, pelaku langsung panik dan berusaha melarikan diri dari area taman. Korban bersama Asep, dibantu oleh seorang mahasiswa yang berada di lokasi, langsung mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan.
Baca Juga : Bandel! Belasan Gerobak dan Motor Berkarat yang ‘Sembunyi’ di Trotoar Dewi Sartika Diangkut Satpol PP
Menariknya, saat berhasil ditangkap, pelaku justru histeris dan menangis menjerit-jerit di depan warga. Alih-alih mengelak, pelaku secara spontan mengakui perbuatannya di hadapan massa, namun memohon agar dirinya tidak dijebloskan ke penjara.
“Iya saya mengaku, saya mengaku tadi mau menggesekkan alat vital saya. Tapi kan enggak buka celana. Sudah ya, saya sudah mengaku, jangan dibawa ke kantor polisi,” jerit pelaku sambil menangis.
Meski pelaku terus merengek dan berontak, warga tetap mengamankan pria tersebut ke pos polisi terdekat di dekat kawasan Lippo. Pelaku akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian yang datang ke lokasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
(Maya Melina)








