Rekam24.com, Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat peningkatan signifikan kejadian bencana alam sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data infografis terbaru periode 1 Januari hingga 19 April 2026, telah terjadi total 350 kejadian bencana yang didominasi oleh cuaca ekstrem dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan bahwa situasi saat ini masih terus dipantau secara ketat.
Baca Juga : Stok Minyakita Langka, Dinkukmdagin Kota Bogor dan Bulog Guyur Pasar Kebon Kembang
“Sementara ini masih bisa dikendalikan melalui posko utama di BPBD, dengan jalur komunikasi bersama para aparatur dan unsur-unsur relawan lainnya,” ujarnya. Senin (20/4/26).
Khusus pada periode 1 hingga 19 April 2026, tercatat sebanyak 92 kejadian bencana. Wilayah Bogor Barat menjadi titik paling rawan dengan 26 kejadian, disusul oleh Bogor Selatan dengan 20 kejadian.
Pada bulan April, terjadi beberapa jenis bencana dengan cuaca ekstrem sebanyak 44 kejadian, tanah longsor 35 kejadian, banjir 12 kejadian, serta bencana lain-lain sebanyak 1 kejadian.
Baca Juga : Dedie Rachim Usulkan Moratorium Angkot Kabupaten ke Dishub Jabar
Dampak dari rentetan bencana di bulan April ini mengakibatkan 40 rumah terdampak, dengan rincian 4 rusak berat, 7 rusak sedang, dan 35 rusak ringan, yang mencakup 130 KK atau sekitar 210 jiwa.
Secara akumulatif sejak 1 Januari 2026, wilayah Bogor Selatan mencatatkan angka tertinggi dengan 96 kejadian.
Secara keseluruhan, bencana di Kota Bogor telah menyebabkan ampak bencana yang terjadi meliputi korban jiwa sebanyak 4 orang meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, dan 6 orang luka ringan. Selain itu, terdapat kerusakan fisik pada 147 rumah yang terdiri dari 14 rusak berat, 79 rusak sedang, dan 54 rusak ringan. Secara keseluruhan, total warga terdampak mencapai 445 KK atau 1.217 jiwa.
Baca Juga : IPB University Skors 16 Mahasiswa Terkait Kasus Pelecehan Seksual, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dengan selalu memantau informasi cuaca dari kanal resmi, mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi kondisi darurat seperti peningkatan debit air atau pergerakan tanah. Warga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat, menghindari area berisiko saat hujan lebat dan angin kencang, serta aktif melaporkan potensi bahaya kepada pihak berwenang atau aparatur setempat.
BPBD Kota Bogor memastikan seluruh personel dan relawan tetap bersiaga 24 jam untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem di wilayah tersebut. (Maya Melina)










