Rekam24.com, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan tidak lagi boleh dipandang sekadar sebagai objek dalam pembangunan bangsa. Di era modern ini, perempuan adalah subjek aktif yang memegang peran krusial dalam menentukan masa depan Indonesia.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Puan dalam The Big Idea Forum (TBIF) memperingati Hari Kartini bertema “Daya Perempuan: Merawat Kehidupan, Memimpin Perubahan” di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Dalam pidatonya, Puan mendorong perubahan paradigma mendalam terkait posisi perempuan di ranah berbangsa dan bernegara.
“Perempuan bukanlah objek, melainkan subjek aktif yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Puan.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Intai Bogor: 350 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun, Warga Diminta Waspada
Menurut Puan, keterlibatan perempuan dalam pembangunan tidak boleh hanya dilihat sebagai formalitas kebijakan afirmatif. Memberikan ruang bagi perempuan merupakan bentuk nyata penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa pengalaman hidup perempuan yang berbeda dari laki-laki justru menjadi kekuatan strategis yang harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan besar. Puan menekankan bahwa naluri perempuan dalam “merawat kehidupan” tidak boleh disempitkan hanya pada urusan domestik.
“Pengalaman hidup unik perempuan harus selalu dihadirkan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menentukan perubahan positif bangsa,” imbuhnya.
Puan juga memaparkan bukti nyata kontribusi perempuan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga sains. Ia berharap momentum Hari Kartini tahun ini memperkuat kesadaran kolektif agar pembangunan nasional berjalan lebih inklusif dan adil.
Acara ini turut dihadiri oleh deretan tokoh perempuan inspiratif, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, serta sejumlah kepala daerah dan akademisi.










