Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyemarakkan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) dengan menggelar Festival Budaya Nusantara di Pakansari, Cibinong pada Minggu (10/5/2026).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor dengan Sekolah Vokasi IPB University yang kini memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan bahwa kegiatan hari ini diawali dengan agenda Bogor Run dari sisi olahraga, yang kemudian dilanjutkan dengan penguatan sisi kebudayaan melalui festival ini.
Baca Juga : Angkot Baru Label Kota Bogor Bermunculan, Dishub Sebut Sistem Shifting
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar di Kota Bogor, tahun ini Festival Budaya Nusantara ke-17 dilaksanakan di Kabupaten Bogor.
Ajat menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan visi Bupati Bogor untuk membangun daerah di atas fondasi kebinekaan.
“Ini menjadi bagian penting sebagaimana disampaikan Pak Bupati, bahwa Kabupaten Bogor harus dibangun dengan kebinekaan. Mengenalkan berbagai budaya di awal rangkaian HJB adalah langkah yang sangat strategis,” ujar Ajat.
Baca Juga : Jabar Setop Izin Wisata dan Perumahan di Lahan Hutan demi Cegah Bencana
Festival ini dimeriahkan oleh perwakilan dari 22 provinsi di Indonesia. Menariknya, acara skala besar ini diinisiasi oleh mahasiswa semester 2 Sekolah Vokasi IPB dengan dukungan penuh dari Pemkab Bogor. Ragam budaya mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua, hingga Aceh ditampilkan secara detail, lengkap dengan dukungan dari komunitas daerah masing-masing.
Menanggapi aspirasi terkait penghidupan kembali situs-situs bersejarah di Bogor, Sekda menjelaskan bahwa Pemkab Bogor sangat serius dalam memetakan regulasi dan kelembagaan. Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri, sebuah langkah yang jarang ditemukan di wilayah lain.
“Pak Bupati sangat konsen, bukan hanya pada fisik situsnya, tapi juga pada lembaga dan sumber daya manusianya. Kita ingin karya-karya terdahulu menjadi inspirasi bagi pembangunan masa depan,” tutup Ajat. (Maya Melina)









