Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan penataan intensif di kawasan Taman Heulang guna mengembalikan fungsi estetika dan kenyamanan wilayah.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan bahwa sebagai solusi jangka panjang bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL), Pemkot Bogor akan memusatkan aktivitas perdagangan di satu area khusus yang dinamakan Festival Kuliner Kasintu.
Penataan ini diawali dengan penertiban konsisten yang mulai dilakukan hari ini, terutama menyasar pelanggaran infrastruktur dan aspirasi warga sekitar yang selama ini mengeluhkan ketidakteraturan di sepanjang Jalan Heulang.
Baca Juga : Hari Kartini 2026: Puan Tegaskan Perempuan Bukan Sekadar Objek Pembangunan
Rencana pengembangan spot kuliner di sebagian ruas Jalan Kasintu ini lahir dari diskusi antara Pemkot Bogor, perangkat wilayah, dan masyarakat setempat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang asri, aman, sehat, resik, dan indah.
“Kita putuskan bersama warga dan teman-teman wilayah untuk membuat spot kuliner bernama Festival Kuliner Kasintu. Prosesnya dilaksanakan tahun ini, namun penertiban secara konsisten dan bertahap kita mulai sejak hari ini,” ujar Dedie.
Area di Jalan Kasintu diproyeksikan mampu menampung sekitar 100 pedagang yang telah didata oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Dalam pelaksanaannya, prioritas akan diberikan kepada pedagang yang merupakan warga ber-KTP Kota Bogor serta telah memiliki kartu UMKM dari Disperindag.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Intai Bogor: 350 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun, Warga Diminta Waspada
Adapun jenis dagangan yang diperbolehkan di area ini dibatasi khusus untuk komoditas kuliner, sehingga pedagang non-kuliner seperti pakaian tidak diperkenankan menempati lokasi tersebut.
Untuk mendukung kelancaran aktivitas dan mencegah kemacetan, manajemen parkir akan diatur secara terpusat dengan menyediakan kantong parkir di Jalan Manyar dan area belakang SMKN 1 Bogor yang nantinya dikelola bersama oleh pihak koperasi. (Maya Melina)










